Masa Kecil Di Pulau Dewata (PART 2-ENDING)



 


 

Masa Kenaikan kelas 4 pun berlalu, sekarang saya sudah 4 tahun berada di Bali. Hari-hari seperti biasa di sekolah saya lalui, tapi ada satu hal yang tidak bisa Saya lupakan. Tepatnya waktu jam pelajaran Agama Islam, disitu kan banyak sekali Agama Hindhu (ya iyalah lagi di bali :P). Pelajaran pun dimulai dengan membaca doa dan membaca Surat-surat Pendek dalam Al-Qur'an. Nah setelah pelajaran kan ada waktu istirahat, tapi yang membedakan kalau salah satu pelajaran agama selesai maka langsung bisa istirahat. Di selang waktu istirahat anak-anak pada bakar sampah, nama juga masi anak-anak jadi hal apapun, di jadikan permainan. Hal itu lah yang membuat kejadian yang tidak diinginkan, yaitu sewaktu bakar-bakaran sampah saya pun ikut juga bermain api :P. Eh tidak tahu kenapa, sampah plastik yang telah terbakar sedikit saya angkat pakai sebatang kayu dan.... wush.... ketiup angin. Alhasil serpihan plastik yang kebakar bersama apinya terbang terbawa angin dan mengenai wajah adik kelas saya. Ya, waktu itu bukan di kelas saya saja yang bermain api tapi adik kelas saya juga apa lagi dia anak guru Agama saya. Kepanikkan pun melanda saya, teman-teman pada bantu dia dari kejadian itu.


Setelah kejadian itu mungkin saya berpikir untuk tidak bermain api lagi untuk terakhir kalinya. Untung saja dia tidak kenapa-kenapa. Hati saya jadi lega setelah melihat keadaan nya yang tidak begitu parah.


 

Kicauan burung dan ayam pun menderu, itu lah pagi hari (aduh bahasanya :D) ternyata di pagi hari itu juga, temen tetanggan saya mengajak untuk pergi ke "Water Boom" saya merasa pagi ini benar-benar menyenangkan. Tapi tidak begitu saja saya bisa pergi, pastinya Ibu saya melarang saya pergi ke tempat tersebut, karena Ibu saya tidak ikut. Mungkin takut ada apa-apa kali ya J. Tapi saya tidak menyerah begitu saja, soalnya kalau dipikir-pikir, kapan lagi bisa ke water boom kalau tidak sekarang. Ya jurus ampuh saya yaitu menangis ( maklum masih keci J ), dan akhirnya bisa pergi juga. Mungkin di hati beliau, masih berat untuk membiarkan saya pergi. Tapi tidak apa-apalah, ini kan sekali selama seumur hidup (memang iya sih, sampai sekarang umur 21 tahun ini saya tidak pernah kesana lagi :D).
Begitu asyiknya disana , serasa saya sudah lupa rumah saja. Padahal kepantai tidak jarang juga :P, tapi bedanya disini kan ada perosotan airnya pakai pelampung lagi.. benar-benar hari yang indah, tidak bisa di lupakan sampai sekarang J. Tapi di waktu yang sama, uang yang dikasih oleh Ibu saya hilang saat setelah selesai berenang. Padahal kalau diingat-ingat, uang nya di dalam kantong celana. Hmm mungkin jatuh tidak mungkin di ambil juga. Uang nya aja Cuma 50rb. Setelah pulang dari sana, sebagai rasa minta maaf orang tua teman saya yang ada waktu di water boom waktu itu.. Beliau memberi.. lebih tepatnya mengganti uang yang hilang itu. Rasa nya saya jadi tidak enak kepada teman saya gara-gara kejadian itu. Dah lah yang penting hepi :D...

 

Hari demi hari berganti, caturwulan demi caturwulan pun berganti. Akhirnya saya naik ke kelas 5, dan di waktu itu pula Ayah saya dapat surat SK dari kantor. Bahwa Ayah saya dipindah kan ke Sabang ( pulau weh, pulau kecil di ujung banda aceh) perpisahan dengan teman pun menjadi hal yang sangat menyedihkan, rasanya saya seperti kehilangan teman. Tapi tidak apa2 lah, mati satu tumbuh seribu ( eh salah ya? :D).

 

Dan masa depan akan menyambut saya di depan sana (bukan di pinggir atau pun di belakang :D).


Foto dibandara Ngurah Rai, Bali.



 

Sekian curhat2an saya hahaha... padahal maunya ceritain semua, tapi "si jari-jari" tangan saya udah "keriting". Maka saya akhiri cerita ini.
Terima kasih :D

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar yang baik. Spam akan di hapus..